Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan

Karakter Overlap Noken As pada Mesin Motor: Rahasia Performa yang Jarang Diketahui!

Apakah Anda pernah mendengar istilah “overlap noken as” saat berbicara tentang performa mesin motor? Jika Anda seorang mekanik, penghobi otomotif, atau sekadar pengguna motor yang ingin tahu lebih dalam soal kinerja mesin, memahami fungsi overlap pada noken as (camshaft) adalah langkah penting.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu overlap noken as, fungsi utamanya, hingga dampaknya terhadap karakter mesin motor, disertai link kalkulator overlap noken as sebagai acuan praktis untuk perhitungan.


overlap noken as



 Apa Itu Overlap Noken As?

Overlap adalah periode waktu di mana katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust) terbuka secara bersamaan pada siklus mesin 4-tak, yaitu saat akhir langkah buang dan awal langkah isap. Posisi ini diatur oleh desain noken as, dan besar kecilnya sudut overlap sangat mempengaruhi performa mesin.


 Fungsi Overlap dalam Sistem Kerja Mesin

  1. Meningkatkan Efisiensi Pengisian Silinder
    Overlap membantu memanfaatkan efek “scavenging” atau dorongan gas buang untuk menyedot campuran udara-bahan bakar baru lebih cepat.

  2. Mengoptimalkan Tenaga di RPM Tertentu
    Overlap besar cocok untuk RPM tinggi, sementara overlap kecil membuat motor lebih bertenaga di RPM rendah (torque-friendly).

  3. Mengatur Karakter Mesin: Harian atau Balap?
    Dengan pengaturan overlap yang tepat, karakter mesin bisa diarahkan menjadi irit bahan bakar, galak di tarikan bawah, atau buas di putaran atas.


 Karakter Mesin Berdasarkan Overlap

Overlap KecilOverlap Besar
Tarikan bawah responsifTenaga maksimal di RPM tinggi
Cocok untuk harianCocok untuk balap / drag race
Irit bahan bakarBoros jika salah setting
Emisi gas buang lebih rendahEmisi cenderung tinggi

 Hitung Overlap Noken As Anda di Sini!

Untuk mempermudah Anda dalam menghitung nilai overlap berdasarkan spesifikasi noken as motor Anda, silakan kunjungi:

👉 Kalkulator Overlap Noken As – Berkah Motors

Di sana Anda bisa menginput data seperti durasi IN dan EX, serta LSA (Lobe Separation Angle), lalu mendapatkan nilai overlap secara otomatis dan akurat.

 Tips dari Mekanik: Jangan Asal Ganti Noken As!

Banyak pengguna motor mengganti noken as racing tanpa memahami berapa overlap-nya, yang justru membuat motor loyo atau boros. Gunakan kalkulator overlap untuk tahu apakah karakter noken as tersebut cocok dengan kebutuhan mesin Anda.

 Kesimpulan

Overlap noken as adalah elemen vital dalam tuning mesin motor. Dengan memahami dan menghitung overlap, Anda bisa:

  • Menyesuaikan karakter motor sesuai kebutuhan (balap vs harian)

  • Meningkatkan efisiensi dan performa mesin

  • Menghindari setting asal-asalan yang justru merugikan

💡 Jadi, sebelum membeli atau mengubah noken as, gunakan kalkulator overlap dari Berkah Motors untuk mendapatkan hasil yang maksimal!


Read more

Pentingnya Rod Rasio Untuk Karakter Motor

Rasio Stang Piston: Pengertian dan Pengaruhnya pada Mesin Motor

Rasio stang piston, atau yang sering disebut rod ratio, adalah perbandingan antara panjang stang piston (connecting rod) dengan jarak langkah piston (stroke). Ini merupakan salah satu parameter penting dalam desain mesin pembakaran internal, termasuk mesin motor, karena memengaruhi karakteristik dan performa mesin.

Apa Itu Rasio Stang Piston?

Rasio stang piston dihitung dengan rumus sederhana:

Rod Ratio = Panjang Stang Piston ÷ Stroke

  • Panjang Stang Piston: Jarak dari pusat pin piston ke pusat poros engkol (crankshaft).
  • Stroke: Jarak yang ditempuh piston dari titik mati atas (Top Dead Center atau TDC) ke titik mati bawah (Bottom Dead Center atau BDC).

Untuk menghitung Rod Rasio Bisa Menggunakan Kalkulator pada halaman berikut Rod Rasio Kalkulator

Pengaruh Rasio Stang Piston

Rasio ini sangat memengaruhi cara mesin menghasilkan tenaga, efisiensi, hingga keawetan komponen. Berikut penjelasannya:

1. Performa Mesin

  • Rasio Tinggi (misalnya >1.7):
    Mesin cenderung lebih halus dan efisien pada putaran tinggi (RPM tinggi). Sudut stang piston yang lebih kecil mengurangi tekanan samping pada dinding silinder, sehingga gesekan lebih rendah. Cocok untuk motor yang dirancang untuk kecepatan tinggi, seperti motor sport.
  • Rasio Rendah (misalnya <1.5):
    Mesin lebih responsif di putaran rendah, menghasilkan torsi yang lebih besar saat RPM masih rendah. Namun, performanya bisa menurun di RPM tinggi karena tekanan samping yang lebih besar.

2. Karakter Tenaga

  • Rasio tinggi ideal untuk motor yang mengutamakan kecepatan maksimal, seperti Yamaha R1 atau Honda CBR.
  • Rasio rendah lebih cocok untuk motor yang butuh tenaga besar di putaran rendah, seperti motor trail (KTM EXC) atau cruiser (Harley-Davidson).

3. Keausan Komponen

  • Rasio tinggi mengurangi keausan dinding silinder karena tekanan samping lebih kecil, sehingga komponen lebih awet.
  • Rasio rendah dapat mempercepat keausan dinding silinder akibat tekanan samping yang lebih tinggi.

Contoh di Dunia Nyata

  • Motor Sport: Yamaha R1 memiliki rod ratio yang lebih tinggi untuk mendukung performa optimal di RPM tinggi, cocok untuk balapan atau kecepatan di trek lurus.
  • Motor Trail/Cruiser: KTM EXC atau Harley-Davidson biasanya menggunakan rod ratio lebih rendah untuk menghasilkan torsi besar di RPM rendah, mendukung penggunaan off-road atau tarikan awal yang kuat.

Kesimpulan

Rasio stang piston adalah faktor kunci yang menentukan "karakter" mesin motor. Pilihan rasio tergantung pada kebutuhan: apakah Anda menginginkan mesin yang bertenaga di putaran tinggi untuk kecepatan, atau torsi besar di putaran rendah untuk kekuatan awal. Meski penting, rasio ini hanyalah salah satu aspek dari desain mesin—faktor lain seperti desain klep dan camshaft juga turut berperan.

Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami rasio stang piston dengan lebih baik!

Read more

Bore Up Honda Supra dan grand 100cc Pakai Piston 56mm – Galak Tapi Tetap Harian!

Honda Supra 100cc dikenal sebagai motor bebek tangguh, irit, dan mudah dirawat. Tapi jika kamu ingin performa yang lebih gahar tanpa mengganti mesin secara total, bore up dengan piston 56mm adalah solusi tepat. Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap spesifikasi, performa, dan tips bore up Supra 100cc agar tetap nyaman untuk harian.


🔧 Spesifikasi Bore Up Supra 100cc ke 130cc

Dengan mengganti piston standar ke ukuran 56mm, kapasitas mesin naik signifikan menjadi sekitar 129–130cc. Berikut spek lengkap yang bisa kamu jadikan acuan:

KomponenSpesifikasi
Blok SilinderBore up 56 mm (Sonic 150, Kawahara, atau custom)
PistonDiameter 56 mm (dome menyesuaikan kubah ruang bakar)
Stang SeherPanjang 110 mm (opsional sesuai stroke)
Kruk AsStandar Supra 100 (stroke 49.5 mm) atau stroke-up 51 mm
KlepIn 28 mm – Ex 24 mm (Tiger, Sonic, atau klep racing)
Noken AsRacing profil menengah (Kawahara, AHRS, atau custom)
KarburatorPE 28 atau Mikuni VM 26
KompresiDisarankan 11.5:1 – 12.5:1
KnalpotRacing free-flow
CDIRacing (Rextor, BRT, atau modifikasi standar)
Koil & BusiKoil racing + busi iridium
Per KlepRacing 1000–1500 RPM
Kampas KoplingRacing 4–6 lapis + per kopling keras

📈 Perhitungan Kapasitas Mesin

Dengan bore 56 mm dan stroke 49.5 mm:

Kapasitas Mesin Bisa Dihitung Disini

Cocok untuk motor harian dengan performa lebih padat dan tetap irit.


🚀 Estimasi Performa

  • Tenaga: 13–15 HP @ 9.500 RPM

  • Top speed: ±120–130 km/jam

  • Torsi: Meningkat di putaran menengah (RPM 5.000–8.000)

  • Akselerasi: 0–100 m bisa di bawah 6 detik (rider ±60 kg)


✅ Kelebihan & ❌ Kekurangan

Kelebihan:

  • Performa meningkat signifikan

  • Cocok untuk harian & touring

  • Sparepart mudah dan banyak pilihan

  • Biaya bore up lebih murah dari swap mesin

Kekurangan:

  • Mesin lebih panas

  • Butuh bensin oktan tinggi (Pertamax ke atas)

  • Perlu setting akurat (karbu, pengapian)

  • Perawatan lebih rutin (ganti oli tiap 1000 km)


🔧 Tips Setting Aman dan Harian

  • Gunakan bahan bakar RON 92+

  • Setelan klep: IN 0.10 mmEX 0.15 mm

  • Oli: 20W50 (Motul, Enduro Racing)

  • CDI jangan over-advance

  • Cek suhu mesin, pertimbangkan pasang oil cooler


👤 Siapa yang Cocok Bore Up?

  • Pengguna harian yang ingin tarikan lebih galak

  • Komunitas pecinta Supra atau turing

  • Pelajar/karyawan yang ingin tampil beda

  • Pembalap pemula kelas bebek 130cc



Read more

Pengaruh dan Cara Menghitung Rasio Kompresi

Mengenal Rasio Kompresi pada Mesin: Pengaruh dan Cara Menghitungnya

Rasio kompresi adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja mesin kendaraan, terutama untuk mesin 4 langkah. Dalam dunia otomotif, rasio kompresi yang optimal dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin. Mari kita bahas lebih dalam mengenai apa itu rasio kompresi, bagaimana cara menghitungnya, dan pengaruhnya terhadap performa kendaraan.

Apa Itu Rasio Kompresi?

Rasio kompresi merujuk pada perbandingan antara volume ruang bakar pada titik terendah (TDC - Top Dead Center) dan titik tertinggi (BDC - Bottom Dead Center) piston. Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar tekanan yang terjadi di dalam ruang bakar ketika campuran udara dan bahan bakar dipadatkan. Hal ini dapat menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan daya yang lebih besar.




Pengaruh Rasio Kompresi terhadap Kinerja Mesin

  1. Peningkatan Daya
    Rasio kompresi yang lebih tinggi dapat meningkatkan efisiensi pembakaran, yang pada gilirannya meningkatkan tenaga mesin. Mesin dengan rasio kompresi tinggi akan menghasilkan lebih banyak tenaga dari jumlah bahan bakar yang sama.

  2. Efisiensi Bahan Bakar
    Dengan rasio kompresi yang optimal, pembakaran akan lebih sempurna, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien.

  3. Risiko Knocking (Detonasi)
    Rasio kompresi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan knocking, yaitu fenomena detasemen bahan bakar sebelum waktunya, yang bisa merusak mesin. Oleh karena itu, pemilihan rasio kompresi harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan kualitas bahan bakar.

Cara Menghitung Rasio Kompresi

Menghitung rasio kompresi dapat dilakukan dengan rumus sederhana berikut:

RasioKompresi=VolumeTotalRuangBakarVolumeRuangBakarpadaTDCRasio Kompresi = \frac{Volume Total Ruang Bakar}{Volume Ruang Bakar pada TDC}

Untuk memudahkan perhitungan rasio kompresi, Anda dapat menggunakan Kalkulator Rasio Kompresi dan Ruang Bakar yang tersedia di halaman ini.

Mengapa Rasio Kompresi Penting untuk Mesin Kendaraan Anda?

Rasio kompresi berperan besar dalam mengoptimalkan performa mesin, khususnya pada kendaraan yang sering digunakan untuk perjalanan jauh atau membutuhkan akselerasi yang cepat. Mesin dengan rasio kompresi yang tepat dapat memberikan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar, serta meminimalisir kerusakan pada mesin akibat detonasi.

Gambar Ilustrasi Rasio Kompresi

Ilustrasi di atas menunjukkan perbedaan volume ruang bakar pada posisi TDC dan BDC.

Kesimpulan

Rasio kompresi adalah aspek penting yang mempengaruhi efisiensi dan daya mesin. Menghitung rasio kompresi yang tepat sangat penting untuk mendapatkan performa mesin yang optimal dan menghindari kerusakan pada mesin kendaraan Anda. Jangan ragu untuk mencoba kalkulator rasio kompresi yang kami sediakan untuk mempermudah perhitungan ini!

Untuk menghitung rasio kompresi kendaraan Anda, klik di sini untuk membuka Kalkulator Rasio Kompresi dan Ruang Bakar.


Semoga postingan ini bermanfaat! Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang rasio kompresi atau topik otomotif lainnya, jangan ragu untuk menulis komentar di bawah!

Read more

Boreup Jupiter Mx200cc

 

Jupiter Mx 200cc

Bore-Up Yamaha Jupiter MX ke 200cc: Tips, Langkah, dan Komponen yang Tepat untuk Performa Maksimal

Jika Anda seorang pecinta motor yang suka memaksimalkan performa, bore-up Yamaha Jupiter MX ke 200cc bisa jadi proyek yang tepat. Bore-up ini bukan hanya tentang meningkatkan kapasitas mesin, tetapi juga tentang menemukan keseimbangan antara kecepatan, respons, dan daya tahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah bore-up, komponen yang tepat, dan beberapa tips agar modifikasi ini berjalan lancar.

Mengapa Bore-Up Yamaha Jupiter MX?

Yamaha Jupiter MX dikenal sebagai motor dengan mesin yang tangguh, tapi masih bisa ditingkatkan lagi performanya. Dengan bore-up ke 200cc, Anda akan mendapatkan akselerasi yang lebih cepat dan tenaga yang lebih besar. Tentunya, ini cocok untuk Anda yang suka kecepatan dan ingin performa motor jauh lebih bertenaga.

Langkah-Langkah Bore-Up Yamaha Jupiter MX ke 200cc

  1. Persiapan Komponen dan Alat: Untuk mencapai kapasitas mesin 200cc, berikut adalah beberapa komponen yang harus disiapkan:

    • Piston: Gunakan piston dengan diameter sekitar 63-65 mm. Piston dari merek seperti Kawahara atau BRT sering menjadi pilihan favorit para modifikator karena kualitas dan daya tahannya.
    • Blok Silinder: Blok silinder harus diperbesar atau diganti dengan yang aftermarket untuk menyesuaikan dengan piston baru.
    • Sistem Pengapian dan Knalpot: Sesuaikan sistem pengapian dan knalpot agar sesuai dengan peningkatan kapasitas mesin.
  2. Proses Pembongkaran dan Pemasangan Mesin:

    • Bongkar mesin dengan hati-hati dan lepaskan piston serta blok silinder yang lama.
    • Bersihkan semua komponen untuk memastikan tidak ada kotoran yang masuk ke dalam mesin saat pemasangan.
    • Pasang piston baru dengan diameter 63-65 mm ke dalam blok silinder yang telah diperbesar.
    • Pastikan setiap sambungan dan seal dalam kondisi baik untuk mencegah kebocoran kompresi.
  3. Setting Nokenas (Camshaft): Untuk mendapatkan karakter mesin yang sesuai, Anda perlu memperhatikan durasi dan sudut nokenas:

    • Durasi Inlet (Klep Masuk): Disarankan berada di kisaran 270-280 derajat.
    • Durasi Exhaust (Klep Buang): Juga di kisaran 270-280 derajat untuk aliran gas buang yang optimal.
    • Sudut Buka-Tutup: Setel nokenas dengan sudut Buka Inlet sekitar 25-30 derajat sebelum TMA dan Tutup sekitar 55-60 derajat setelah TMB.
  4. Upgrade Stroke dan Stang Seher:

    • Stroke: Tingkatkan stroke menjadi sekitar 57-60 mm untuk mencapai kapasitas mesin 200cc.
    • Stang Seher (Connecting Rod): Gunakan stang seher aftermarket seperti TDR atau BRT yang didesain untuk menahan peningkatan torsi.
  5. Tuning Karburator dan Injektor:

    • Sesuaikan karburator atau injektor untuk mengatur suplai bahan bakar agar sesuai dengan pembakaran mesin yang lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Bore-Up ke 200cc

Kelebihan:

  • Akselerasi Lebih Kencang: Bore-up membuat motor lebih responsif saat menarik gas.
  • Top Speed Tinggi: Cocok untuk balapan atau drag race.
  • Performa Mesin Tangguh: Respons mesin lebih baik di berbagai kondisi jalan.

Kekurangan:

  • Konsumsi Bahan Bakar: Bore-up pasti membuat mesin lebih boros.
  • Perawatan Intensif: Komponen lebih rentan jika tidak dirawat dengan baik.
  • Legalitas Jalanan: Bore-up sering kali tidak legal di jalan umum, jadi pastikan untuk memeriksa regulasi yang berlaku.

Tips Merawat Mesin Bore-Up

  • Ganti Oli Secara Rutin: Mesin bore-up lebih cepat panas, jadi pastikan oli mesin diganti lebih sering.
  • Cek Timing Pengapian: Periksa timing pengapian untuk menjaga performa dan mencegah knocking.
  • Gunakan Bahan Bakar Berkualitas: Disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi untuk kinerja optimal.


Bore-up Yamaha Jupiter MX menjadi 200cc adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan tenaga maksimal dari motor kesayangan. Dengan kombinasi piston yang lebih besar, nokenas yang disesuaikan, dan upgrade komponen lain, Anda bisa merasakan perbedaan performa yang signifikan. Jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin agar mesin tetap awet dan bekerja optimal.

Selamat mencoba, dan semoga motor Anda semakin bertenaga di jalanan!


Berikut beberapa video yang dapat anda lihat di youtube


Read more

Makin keren dan bebas berisik tanpa rantai

Perusahaan pembuat gir kendaraan bermotor SINNOB Sprocket Gear mengeluarkan produk terbaru SINNOB driving belt. Produk ini merupakan inovasi terbaru dari SINNOB dimana penggerak motor bukan lagi konvensional pakai rantai melainkan menggunakan V-Belt.
Perusahaan pembuat gir kendaraan bermotor SINNOB Sprocket Gear mengeluarkan produk terbaru SINNOB driving belt. Produk ini merupakan inovasi terbaru dari SINNOB dimana penggerak motor bukan lagi konvensional pakai rantai melainkan menggunakan V-Belt. “Innovasi yang sedikit out of the box dan berani dari kami karena belt yang kami diciptakan ini akan digunakan pada motor yang lebih sering bermain di putaran mesin tinggi atau rpm tinggi, dan berbeda dengan belt pada motor besar yang dibuat untuk putaran rpm rendah,” ujar Fajar Basuki, PR & Marketing Manager SINNOB Indonesia. Belt Pengganti rantai ini terbuat dari kevlar bahan anti peluru dan polyurethane dengan soaking system. Gir depan dan belakang terbuat dari besi Komposit yang terlapisi polyurethane. Menurut Fajar belt ini memilik perawatan yang minim, tidak perlu pelumasan secara periodik, cukup dibersihkan dengan air dan sabun layaknya mencuci motor pada umumnya. “Cara perawatan ini kami informasikan dalam buku petunjuk pemasangan yang menyertai dalam setiap paket Sinnob Driving Belt. Cara pemasangannya pun mudah. Sinnob versi belt plug and play semudah memasang gir konvensional tipe rantai. Cara pemasangan ini kami lampirkan dalam buku panduan yang akan ada dalam setiap kemasan produk kami,” terangnya. Sejalan dengan peluncuran belt, SINNOB menyertakan pula pelumas khusus bukan oli untuk menghilangkan bunyi denyit pada gir belakang pada saat pertama kali pemakaian. Sinnob Driving Belt tersedia dalam 9 warna, yakni merah, kuning, hitam, biru, putih, gold, silver, sky blue, dan orange. Sinnob Driving Belt tersedia untuk Honda Tiger, CB150R, CBR150R, dan Yamaha Vixion yang dijual Rp 1,5 juta, serta Rp 2,5 juta untuk Kawasaki Ninja 250.
Read more

Cara pasang cdi jupiter pada fizr

Lama juga ga .nulis diblog wong ndeso ini...
Berhubung ada request dari pengunjung blog ini(mas koko)yang ingin sama2 belajar di blog ini.langsung aja saya kasih skemanya..ini pemasangan untuk cdi jupiter z new.langsung aja deh pelototin gambarnya.hehehehhee..karena ga ga bisa .nulis semuanya berhubung posting ni dari Hp..semoga saja gambar tersebut bisa membantu...

Read more
Tambah Follower TikTok

Tambah Follower TikTok

Follow akun TikTok berikut untuk menambah follower:

Featured Post

Kendaraan Listrik (EV) Vs Hibrida

Kendaraan Listrik (EV) dan Hibrida: Panduan Lengkap, Keunggulan & Tips Membeli ...

Banner Produk

Banner Produk
Produk
close