Tampilkan postingan dengan label balap. Tampilkan semua postingan

Karakter Overlap Noken As pada Mesin Motor: Rahasia Performa yang Jarang Diketahui!

Apakah Anda pernah mendengar istilah “overlap noken as” saat berbicara tentang performa mesin motor? Jika Anda seorang mekanik, penghobi otomotif, atau sekadar pengguna motor yang ingin tahu lebih dalam soal kinerja mesin, memahami fungsi overlap pada noken as (camshaft) adalah langkah penting.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu overlap noken as, fungsi utamanya, hingga dampaknya terhadap karakter mesin motor, disertai link kalkulator overlap noken as sebagai acuan praktis untuk perhitungan.


overlap noken as



 Apa Itu Overlap Noken As?

Overlap adalah periode waktu di mana katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust) terbuka secara bersamaan pada siklus mesin 4-tak, yaitu saat akhir langkah buang dan awal langkah isap. Posisi ini diatur oleh desain noken as, dan besar kecilnya sudut overlap sangat mempengaruhi performa mesin.


 Fungsi Overlap dalam Sistem Kerja Mesin

  1. Meningkatkan Efisiensi Pengisian Silinder
    Overlap membantu memanfaatkan efek “scavenging” atau dorongan gas buang untuk menyedot campuran udara-bahan bakar baru lebih cepat.

  2. Mengoptimalkan Tenaga di RPM Tertentu
    Overlap besar cocok untuk RPM tinggi, sementara overlap kecil membuat motor lebih bertenaga di RPM rendah (torque-friendly).

  3. Mengatur Karakter Mesin: Harian atau Balap?
    Dengan pengaturan overlap yang tepat, karakter mesin bisa diarahkan menjadi irit bahan bakar, galak di tarikan bawah, atau buas di putaran atas.


 Karakter Mesin Berdasarkan Overlap

Overlap KecilOverlap Besar
Tarikan bawah responsifTenaga maksimal di RPM tinggi
Cocok untuk harianCocok untuk balap / drag race
Irit bahan bakarBoros jika salah setting
Emisi gas buang lebih rendahEmisi cenderung tinggi

 Hitung Overlap Noken As Anda di Sini!

Untuk mempermudah Anda dalam menghitung nilai overlap berdasarkan spesifikasi noken as motor Anda, silakan kunjungi:

👉 Kalkulator Overlap Noken As – Berkah Motors

Di sana Anda bisa menginput data seperti durasi IN dan EX, serta LSA (Lobe Separation Angle), lalu mendapatkan nilai overlap secara otomatis dan akurat.

 Tips dari Mekanik: Jangan Asal Ganti Noken As!

Banyak pengguna motor mengganti noken as racing tanpa memahami berapa overlap-nya, yang justru membuat motor loyo atau boros. Gunakan kalkulator overlap untuk tahu apakah karakter noken as tersebut cocok dengan kebutuhan mesin Anda.

 Kesimpulan

Overlap noken as adalah elemen vital dalam tuning mesin motor. Dengan memahami dan menghitung overlap, Anda bisa:

  • Menyesuaikan karakter motor sesuai kebutuhan (balap vs harian)

  • Meningkatkan efisiensi dan performa mesin

  • Menghindari setting asal-asalan yang justru merugikan

💡 Jadi, sebelum membeli atau mengubah noken as, gunakan kalkulator overlap dari Berkah Motors untuk mendapatkan hasil yang maksimal!


Read more

Pentingnya Rod Rasio Untuk Karakter Motor

Rasio Stang Piston: Pengertian dan Pengaruhnya pada Mesin Motor

Rasio stang piston, atau yang sering disebut rod ratio, adalah perbandingan antara panjang stang piston (connecting rod) dengan jarak langkah piston (stroke). Ini merupakan salah satu parameter penting dalam desain mesin pembakaran internal, termasuk mesin motor, karena memengaruhi karakteristik dan performa mesin.

Apa Itu Rasio Stang Piston?

Rasio stang piston dihitung dengan rumus sederhana:

Rod Ratio = Panjang Stang Piston ÷ Stroke

  • Panjang Stang Piston: Jarak dari pusat pin piston ke pusat poros engkol (crankshaft).
  • Stroke: Jarak yang ditempuh piston dari titik mati atas (Top Dead Center atau TDC) ke titik mati bawah (Bottom Dead Center atau BDC).

Untuk menghitung Rod Rasio Bisa Menggunakan Kalkulator pada halaman berikut Rod Rasio Kalkulator

Pengaruh Rasio Stang Piston

Rasio ini sangat memengaruhi cara mesin menghasilkan tenaga, efisiensi, hingga keawetan komponen. Berikut penjelasannya:

1. Performa Mesin

  • Rasio Tinggi (misalnya >1.7):
    Mesin cenderung lebih halus dan efisien pada putaran tinggi (RPM tinggi). Sudut stang piston yang lebih kecil mengurangi tekanan samping pada dinding silinder, sehingga gesekan lebih rendah. Cocok untuk motor yang dirancang untuk kecepatan tinggi, seperti motor sport.
  • Rasio Rendah (misalnya <1.5):
    Mesin lebih responsif di putaran rendah, menghasilkan torsi yang lebih besar saat RPM masih rendah. Namun, performanya bisa menurun di RPM tinggi karena tekanan samping yang lebih besar.

2. Karakter Tenaga

  • Rasio tinggi ideal untuk motor yang mengutamakan kecepatan maksimal, seperti Yamaha R1 atau Honda CBR.
  • Rasio rendah lebih cocok untuk motor yang butuh tenaga besar di putaran rendah, seperti motor trail (KTM EXC) atau cruiser (Harley-Davidson).

3. Keausan Komponen

  • Rasio tinggi mengurangi keausan dinding silinder karena tekanan samping lebih kecil, sehingga komponen lebih awet.
  • Rasio rendah dapat mempercepat keausan dinding silinder akibat tekanan samping yang lebih tinggi.

Contoh di Dunia Nyata

  • Motor Sport: Yamaha R1 memiliki rod ratio yang lebih tinggi untuk mendukung performa optimal di RPM tinggi, cocok untuk balapan atau kecepatan di trek lurus.
  • Motor Trail/Cruiser: KTM EXC atau Harley-Davidson biasanya menggunakan rod ratio lebih rendah untuk menghasilkan torsi besar di RPM rendah, mendukung penggunaan off-road atau tarikan awal yang kuat.

Kesimpulan

Rasio stang piston adalah faktor kunci yang menentukan "karakter" mesin motor. Pilihan rasio tergantung pada kebutuhan: apakah Anda menginginkan mesin yang bertenaga di putaran tinggi untuk kecepatan, atau torsi besar di putaran rendah untuk kekuatan awal. Meski penting, rasio ini hanyalah salah satu aspek dari desain mesin—faktor lain seperti desain klep dan camshaft juga turut berperan.

Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami rasio stang piston dengan lebih baik!

Read more

Bore Up Honda Supra dan grand 100cc Pakai Piston 56mm – Galak Tapi Tetap Harian!

Honda Supra 100cc dikenal sebagai motor bebek tangguh, irit, dan mudah dirawat. Tapi jika kamu ingin performa yang lebih gahar tanpa mengganti mesin secara total, bore up dengan piston 56mm adalah solusi tepat. Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap spesifikasi, performa, dan tips bore up Supra 100cc agar tetap nyaman untuk harian.


🔧 Spesifikasi Bore Up Supra 100cc ke 130cc

Dengan mengganti piston standar ke ukuran 56mm, kapasitas mesin naik signifikan menjadi sekitar 129–130cc. Berikut spek lengkap yang bisa kamu jadikan acuan:

KomponenSpesifikasi
Blok SilinderBore up 56 mm (Sonic 150, Kawahara, atau custom)
PistonDiameter 56 mm (dome menyesuaikan kubah ruang bakar)
Stang SeherPanjang 110 mm (opsional sesuai stroke)
Kruk AsStandar Supra 100 (stroke 49.5 mm) atau stroke-up 51 mm
KlepIn 28 mm – Ex 24 mm (Tiger, Sonic, atau klep racing)
Noken AsRacing profil menengah (Kawahara, AHRS, atau custom)
KarburatorPE 28 atau Mikuni VM 26
KompresiDisarankan 11.5:1 – 12.5:1
KnalpotRacing free-flow
CDIRacing (Rextor, BRT, atau modifikasi standar)
Koil & BusiKoil racing + busi iridium
Per KlepRacing 1000–1500 RPM
Kampas KoplingRacing 4–6 lapis + per kopling keras

📈 Perhitungan Kapasitas Mesin

Dengan bore 56 mm dan stroke 49.5 mm:

Kapasitas Mesin Bisa Dihitung Disini

Cocok untuk motor harian dengan performa lebih padat dan tetap irit.


🚀 Estimasi Performa

  • Tenaga: 13–15 HP @ 9.500 RPM

  • Top speed: ±120–130 km/jam

  • Torsi: Meningkat di putaran menengah (RPM 5.000–8.000)

  • Akselerasi: 0–100 m bisa di bawah 6 detik (rider ±60 kg)


✅ Kelebihan & ❌ Kekurangan

Kelebihan:

  • Performa meningkat signifikan

  • Cocok untuk harian & touring

  • Sparepart mudah dan banyak pilihan

  • Biaya bore up lebih murah dari swap mesin

Kekurangan:

  • Mesin lebih panas

  • Butuh bensin oktan tinggi (Pertamax ke atas)

  • Perlu setting akurat (karbu, pengapian)

  • Perawatan lebih rutin (ganti oli tiap 1000 km)


🔧 Tips Setting Aman dan Harian

  • Gunakan bahan bakar RON 92+

  • Setelan klep: IN 0.10 mmEX 0.15 mm

  • Oli: 20W50 (Motul, Enduro Racing)

  • CDI jangan over-advance

  • Cek suhu mesin, pertimbangkan pasang oil cooler


👤 Siapa yang Cocok Bore Up?

  • Pengguna harian yang ingin tarikan lebih galak

  • Komunitas pecinta Supra atau turing

  • Pelajar/karyawan yang ingin tampil beda

  • Pembalap pemula kelas bebek 130cc



Read more

Pengaruh dan Cara Menghitung Rasio Kompresi

Mengenal Rasio Kompresi pada Mesin: Pengaruh dan Cara Menghitungnya

Rasio kompresi adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja mesin kendaraan, terutama untuk mesin 4 langkah. Dalam dunia otomotif, rasio kompresi yang optimal dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin. Mari kita bahas lebih dalam mengenai apa itu rasio kompresi, bagaimana cara menghitungnya, dan pengaruhnya terhadap performa kendaraan.

Apa Itu Rasio Kompresi?

Rasio kompresi merujuk pada perbandingan antara volume ruang bakar pada titik terendah (TDC - Top Dead Center) dan titik tertinggi (BDC - Bottom Dead Center) piston. Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar tekanan yang terjadi di dalam ruang bakar ketika campuran udara dan bahan bakar dipadatkan. Hal ini dapat menghasilkan pembakaran yang lebih efisien dan daya yang lebih besar.




Pengaruh Rasio Kompresi terhadap Kinerja Mesin

  1. Peningkatan Daya
    Rasio kompresi yang lebih tinggi dapat meningkatkan efisiensi pembakaran, yang pada gilirannya meningkatkan tenaga mesin. Mesin dengan rasio kompresi tinggi akan menghasilkan lebih banyak tenaga dari jumlah bahan bakar yang sama.

  2. Efisiensi Bahan Bakar
    Dengan rasio kompresi yang optimal, pembakaran akan lebih sempurna, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien.

  3. Risiko Knocking (Detonasi)
    Rasio kompresi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan knocking, yaitu fenomena detasemen bahan bakar sebelum waktunya, yang bisa merusak mesin. Oleh karena itu, pemilihan rasio kompresi harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan kualitas bahan bakar.

Cara Menghitung Rasio Kompresi

Menghitung rasio kompresi dapat dilakukan dengan rumus sederhana berikut:

RasioKompresi=VolumeTotalRuangBakarVolumeRuangBakarpadaTDCRasio Kompresi = \frac{Volume Total Ruang Bakar}{Volume Ruang Bakar pada TDC}

Untuk memudahkan perhitungan rasio kompresi, Anda dapat menggunakan Kalkulator Rasio Kompresi dan Ruang Bakar yang tersedia di halaman ini.

Mengapa Rasio Kompresi Penting untuk Mesin Kendaraan Anda?

Rasio kompresi berperan besar dalam mengoptimalkan performa mesin, khususnya pada kendaraan yang sering digunakan untuk perjalanan jauh atau membutuhkan akselerasi yang cepat. Mesin dengan rasio kompresi yang tepat dapat memberikan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar, serta meminimalisir kerusakan pada mesin akibat detonasi.

Gambar Ilustrasi Rasio Kompresi

Ilustrasi di atas menunjukkan perbedaan volume ruang bakar pada posisi TDC dan BDC.

Kesimpulan

Rasio kompresi adalah aspek penting yang mempengaruhi efisiensi dan daya mesin. Menghitung rasio kompresi yang tepat sangat penting untuk mendapatkan performa mesin yang optimal dan menghindari kerusakan pada mesin kendaraan Anda. Jangan ragu untuk mencoba kalkulator rasio kompresi yang kami sediakan untuk mempermudah perhitungan ini!

Untuk menghitung rasio kompresi kendaraan Anda, klik di sini untuk membuka Kalkulator Rasio Kompresi dan Ruang Bakar.


Semoga postingan ini bermanfaat! Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang rasio kompresi atau topik otomotif lainnya, jangan ragu untuk menulis komentar di bawah!

Read more

Boreup Jupiter Mx200cc

 

Jupiter Mx 200cc

Bore-Up Yamaha Jupiter MX ke 200cc: Tips, Langkah, dan Komponen yang Tepat untuk Performa Maksimal

Jika Anda seorang pecinta motor yang suka memaksimalkan performa, bore-up Yamaha Jupiter MX ke 200cc bisa jadi proyek yang tepat. Bore-up ini bukan hanya tentang meningkatkan kapasitas mesin, tetapi juga tentang menemukan keseimbangan antara kecepatan, respons, dan daya tahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah bore-up, komponen yang tepat, dan beberapa tips agar modifikasi ini berjalan lancar.

Mengapa Bore-Up Yamaha Jupiter MX?

Yamaha Jupiter MX dikenal sebagai motor dengan mesin yang tangguh, tapi masih bisa ditingkatkan lagi performanya. Dengan bore-up ke 200cc, Anda akan mendapatkan akselerasi yang lebih cepat dan tenaga yang lebih besar. Tentunya, ini cocok untuk Anda yang suka kecepatan dan ingin performa motor jauh lebih bertenaga.

Langkah-Langkah Bore-Up Yamaha Jupiter MX ke 200cc

  1. Persiapan Komponen dan Alat: Untuk mencapai kapasitas mesin 200cc, berikut adalah beberapa komponen yang harus disiapkan:

    • Piston: Gunakan piston dengan diameter sekitar 63-65 mm. Piston dari merek seperti Kawahara atau BRT sering menjadi pilihan favorit para modifikator karena kualitas dan daya tahannya.
    • Blok Silinder: Blok silinder harus diperbesar atau diganti dengan yang aftermarket untuk menyesuaikan dengan piston baru.
    • Sistem Pengapian dan Knalpot: Sesuaikan sistem pengapian dan knalpot agar sesuai dengan peningkatan kapasitas mesin.
  2. Proses Pembongkaran dan Pemasangan Mesin:

    • Bongkar mesin dengan hati-hati dan lepaskan piston serta blok silinder yang lama.
    • Bersihkan semua komponen untuk memastikan tidak ada kotoran yang masuk ke dalam mesin saat pemasangan.
    • Pasang piston baru dengan diameter 63-65 mm ke dalam blok silinder yang telah diperbesar.
    • Pastikan setiap sambungan dan seal dalam kondisi baik untuk mencegah kebocoran kompresi.
  3. Setting Nokenas (Camshaft): Untuk mendapatkan karakter mesin yang sesuai, Anda perlu memperhatikan durasi dan sudut nokenas:

    • Durasi Inlet (Klep Masuk): Disarankan berada di kisaran 270-280 derajat.
    • Durasi Exhaust (Klep Buang): Juga di kisaran 270-280 derajat untuk aliran gas buang yang optimal.
    • Sudut Buka-Tutup: Setel nokenas dengan sudut Buka Inlet sekitar 25-30 derajat sebelum TMA dan Tutup sekitar 55-60 derajat setelah TMB.
  4. Upgrade Stroke dan Stang Seher:

    • Stroke: Tingkatkan stroke menjadi sekitar 57-60 mm untuk mencapai kapasitas mesin 200cc.
    • Stang Seher (Connecting Rod): Gunakan stang seher aftermarket seperti TDR atau BRT yang didesain untuk menahan peningkatan torsi.
  5. Tuning Karburator dan Injektor:

    • Sesuaikan karburator atau injektor untuk mengatur suplai bahan bakar agar sesuai dengan pembakaran mesin yang lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Bore-Up ke 200cc

Kelebihan:

  • Akselerasi Lebih Kencang: Bore-up membuat motor lebih responsif saat menarik gas.
  • Top Speed Tinggi: Cocok untuk balapan atau drag race.
  • Performa Mesin Tangguh: Respons mesin lebih baik di berbagai kondisi jalan.

Kekurangan:

  • Konsumsi Bahan Bakar: Bore-up pasti membuat mesin lebih boros.
  • Perawatan Intensif: Komponen lebih rentan jika tidak dirawat dengan baik.
  • Legalitas Jalanan: Bore-up sering kali tidak legal di jalan umum, jadi pastikan untuk memeriksa regulasi yang berlaku.

Tips Merawat Mesin Bore-Up

  • Ganti Oli Secara Rutin: Mesin bore-up lebih cepat panas, jadi pastikan oli mesin diganti lebih sering.
  • Cek Timing Pengapian: Periksa timing pengapian untuk menjaga performa dan mencegah knocking.
  • Gunakan Bahan Bakar Berkualitas: Disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi untuk kinerja optimal.


Bore-up Yamaha Jupiter MX menjadi 200cc adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan tenaga maksimal dari motor kesayangan. Dengan kombinasi piston yang lebih besar, nokenas yang disesuaikan, dan upgrade komponen lain, Anda bisa merasakan perbedaan performa yang signifikan. Jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin agar mesin tetap awet dan bekerja optimal.

Selamat mencoba, dan semoga motor Anda semakin bertenaga di jalanan!


Berikut beberapa video yang dapat anda lihat di youtube


Read more

Diameter Dan Batang Klep semua Motor update

Ukuran Klep Honda

Tipe MotorUkuran (mm)
Klep InKlep OutBatang Klep
Honda CBR250RR24.5213.5
Honda CBR 150R24213.5
Honda CB150R24213.5
Honda Tiger31.5275.5
Honda New Mega Pro30265
Honda Mega Pro30265
Honda GL Pro NT31.5265.5
Honda GL Pro31.5265.5
Honda GL Max NT30255.5
Honda GL Max30255.5
Honda CB 10027.5215.5
Honda Scoopy25.521 55
Honda CG 12529255.5
Honda Vario 12525.5215
Honda Supra Fit22.519.55
Honda Supra X 11022.519.55
Honda Supra X 12524215
Honda Kharisma24215
Honda CB 100K527.5215.5
Honda Vario 11025.5215
Honda CS128245
Honda Astrea Prima22.519.55
Honda Legenda22.519.55
Honda Sonic28245
Honda Beat25.5215
Honda Kirana24215
Honda Revo 11025.5215
Honda Blade25.5215
Honda Astrea Star21195
Honda C70021195
Honda Revo Absolute25.5215
Honda Grand22.519.55
Honda C80021195
Honda C7021195

Ukuran Klep Yamaha

Tipe MotorUkuran (mm)
Klep InKlep OutBatang Klep
Yamaha Crypton23204,5
Yamaha Byson28245
Yamaha R1523214,5
Yamaha Vixion19174,5
Yamaha YZF R2523194,5
Yamaha Mio Soul26215
Yamaha R252319,54,5
Yamaha Vega R21194,5
Yamaha Vega ZR23204,5
Yamaha Jupiter23204,5
Yamaha Vega21194,5
Yamaha Jupiter Z23204,5
Yamaha Mio GT26215
Yamaha Jupiter Z12621 55
Yamaha MX19174,5
Yamaha Mio J26215
Yamaha Mio21195
Yamaha Nouvo Z23205
Yamaha Xeon23205
Yamaha Vega Force26164,5
Yamaha Scorpio Z34285.5
Yamaha Fino26215
Yamaha Nouvo23205

Ukuran Klep Kawasaki

Tipe MotorUkuran (mm)
Klep InKlep OutBatang Klep
Kawasaki Edge24214.5
Kawasaki Kaze R24214.5
Kawasaki Blitz Joy24214.5
Kawasaki Athlete26224.5
Kawasaki Blitz24214.5
Kawasaki ZX 13026224.5
Kawasaki KLX 25033.5285
Kawasaki Ninja 250R22.5204.5
Kawasaki Dtracker27.5245
Kawasaki KLX 15027.5245

Ukuran Klep Suzuki

Tipe MotorUkuran (mm)
Klep InKlep OutBatang Klep
Suzuki Smash Titan25225
Suzuki Shogun 11025225
Suzuki Smash25225
Suzuki Skydrive25225
Suzuki Raider 12522195
Suzuki Spin25225
Suzuki Shogun 12525225
Suzuki Satria Fu 15022195
Suzuki Skywave25225
Suzuki Thunder 12525.5235
Suzuki Nex25225
Suzuki FXR22195
Read more

Performance Tuning in Theory dan Practice

gambar
Rp.500.000,- Rp.100.000,- Promo

[PDF] Download  Edisi / Format: eBook: Dokumen: Bahasa Inggris. Ringkasan: Membangun mesin 4 langkah dengan dasar dan praktek sesuai rumus mesin.

Read more

Update diameter piston

Merk Model Diameter Piston (mm)
Yamaha Soul GT 50
Mio J50
Mio GT50
Mio Fino50
Xeon RC52.4
Lexam50
Vega ZR50
Jupiter Z 150
Jupiter MX54
Byson58
Vixion/New Vixion57
New Scorpio Z70
Honda BeAT 50
BeAT FI50
PCX 15058
Scoopy FI50
Spacy helm-in50
Vario50
Vario 12552.4
CS 158
New Blade50
Absolute Revo50
Revo Fit50
Revo Techno AT50
Supra 12552.5
Versa57.3
CB150R Street Fire63.5
CBR 15063.5
Suzuki Satria FU 62
Axelo 12553.5
Smash Titan51
Nex51
Hayate 12553.5
Skydrive53.5
Let's51
Thunder 12557
Inazuma 25053.5 (x 2 silinder)
Kawasaki ER-6n 83 (x 2 silinder)
Ninja 65083 (x 2 silinder)
Ninja 250 FI62 (x 2 silinder)
Ninja 150 R/L/RR/SS59
Ninja ZX-6R67 (x 4 silinder)
Z25062 (x 2 silinder)
D-Tracker 15058
D-Tracker 25061.2
KLX 150 S58
KLX 250 S72
KSR 11053
Athlete56
Read more

Kenapa mesin cepet panas setelah ganti cdi?

Tahun baru dengan posting baru...halah....halah ...banyak temen temen yang mengaku mesin cepet panas setelah ganti cdi racing maupun mengkanibalkan dari motor lain..saya jg bingung mau menjelaskannya...lha wong sing takon yo ramudeng blas bahasa mesin.hehehehe ...jawabane ya simpel...CDIne ga cocok...hahahaha...

Sebenarnya masalah mesin cepet panas dan suara ngelitik itu terjadi karena pengapian yang terlalu maju.lho..kok bisa.?bukane tambah enak lo pengapian dimajuin?...
Jawabannya bisa iya dan tidak...
Lah...wong edan ki yo angel ditakoni..hehehe..
Pengapian yang tepat itu tergantung dari desain ruang bakar.kompresi.bahan bakar yang dipakai dan noken as...
Lha...ujung2nya ya kompresi semua to?kalau rasio kompresi tinggi biasa dipakai 10sampai12 BTDC..Kok  gitu?bukanya standart semua cdi rata2 15°BTDC saat idle?
Memang...tapi itu cuma garis besar...ga semua standart pabrikan dipatok segitu.kalau kompresi tinggi di bikin pengapian adcance yang ada malah BBM meledak sebelum waktunya yang berakibat piston tertahan sebelum mencapai TDC.yang disebut knocking yang berakibat mesin akan pendek umurnya...atau mungkin seketika juga jebol...dan bensin jelas boros. karena mesin seolah2 direm terus menerus saat jalan.bayangno...!hehehehe... lho..mas..piye to jane?..
begini...bukankah kompresi tinggi itu menghasilkan panas tinggi pula?kalau panas tinggi otomatis bbm mudah sekali tersulut api/mungkin malah terbakar sendirinya karena panas kompresi..jadi kalau anda tetap bersikukuh pakai timing advance.harus pakai juga BBM yang oktan tinggi juga.
Oo...ngono to?!
Nah...untuk rasio kompresi rendah bila dipatok 10°maka yang ada BBM baru terbakar setelah piston berada pada TDC atau mungkin setelahnya..yang berakibat kurangnya daya hentakan menurunkan piston.jadi tenaga motor loyo...karena BBM tidak langsung terbakar.dia tentu membutuhkan waktu untuk merambatkan api sebelum semuanya terbakar sempurna.dan menghasilkan daya lenting yang yahud....hehehehe..monggo ..dipikir bareng2 yo....hehehe..pilih sing endi?...
Nek aku pilih standart pabrik ae...ben ga ditilang polisi.hahahahahahahhaaaa...

Read more

gimana sih menentukan berat balancer yang ideal?

Para mekanik balap kerap memasang balancer di kruk as.Selain untuk mengimbangi berat kruk as sebelah kanan yang terdapat magnet, balancer ini juga bisa digunakan untuk mendongkrak performa.

Sayang, kadang berat balancer yang dipasang tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya berat kruk as gak seimbang kanan – kirinya.
Agar berat balancer sesuai kebutuhan, sebuah kruk as dari dua daun kruk as dengan poros di sebelah kiri – kanannya. Sebagai dudukan poros kruk as di kalter, bearing di pakai. Magnet diletakkan di ujung kruk as sebelah kanan dan balancer diposisikan di ujung sebelah kiri.
Supaya balancer yang dipasang seimbang, rumus torsi T = M x L (dimana T = torsi, M = massa, L = panjang), karena poros kruk as biasanya ditopang dua dudukan, yaitu bearing disebelah 


luar daun as kruk. Maka terdapat dua torsi (T1 dan T2)
T1 adalah torsi yang terjadi di sebelah kiri bearing sepanjang porosnya, sementara T2 adalah torsi yang terjadi di sebelah kiri bearing sepanjang porosnya.
Supaya kruk as tidak mudah oleng atau gak center, T1 = T2

T1 = T2
M1 x L1 = M2 x L2
M2 = M1 x L1
L2
Catatan :
L1 = Panjang bearing sebelah kanan hingga titik berat magnet
L2 = Panjang bearing sebelah kanan hingga titik berat balancer
M1 = Berat magnet
M2 = Berat balancer

T1 = T2
M1 x L1 = M2 x L2
M2 = 800 x 15
20
M2 = 600 gram
Contoh : Jika berat magnet 800 gram, panjang poros dari bearing ke titik berat manet 15 cm dn panjang poros dari bearing sampai ke balancer 20 cm, maka berat balancer bisa diketahui.


 


Read more

Dimensi klep motor standart

Dimensi Klep Sonic
Panjang : 74mm
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 28mm
Diameter klep ex : 24mm
Dimenssi Klep Smash
Panjang : 67mm
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 25mm
Diameter klep ex : 22mm
Dimensi Klep Shogun 125/Spin125
Panjang : 72mm
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 25mm
Diameter klep ex : 22mm
Kaze VR 125
Panjang : ------
Diameter as : 4,5mm
Diameter klep in : 21mm
Diameter klep ex : 24mm
CBR 150
Panjang :------
Diameter as : 3,5mm
Diameter klep in : 24mm
Diameter klep ex : 21mm
Mio
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 21mm
Diameter klep ex : 19mm
Grand/supra/legenda
Panjang :------
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 21mm
Diameter klep ex : 19mm
Beat/vario
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 25,5mm
Diameter klep ex : 21mm
Blade
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 25,5mm
Diameter klep ex : 21mm
Legenda
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 23mm
Diameter klep ex : 20mm
Bajaj pulsar 180 cc
Panjang : -----
Diameter as : 4,5mm
Diameter klep in : 30mm
Diameter klep ex : 26mm
Bajaj pulsar 220 cc
Panjang : -----
Diameter as : 4,5mm
Diameter klep in : 31mm
Diameter klep ex : 26mm
Tiger
Panjang : -----
Diameter as : 5,5mm
Diameter klep in : 31,5mm
Diameter klep ex : 27mm
MX/Vixion
Panjang : -----
Diameter as : 4,5mm
Diameter klep in : 19mm
Diameter klep ex : 17mm
New megapro
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 30mm
Diameter klep ex : 26mm
Satria Fu 150
Panjang : -----
Diameter as : 4,5mm
Diameter klep in : 22mm
Diameter klep ex : 19mm
Thunder 125
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 25,5mm
Diameter klep ex : 23mm
Supra X 125
Panjang : -----
Diameter as : 5mm
Diameter klep in : 24mm
Diameter klep ex : 21mm

Bagi para pecinta modifikasi dan para rider yang punya adrenalin tinggi soal kebut2an semoga ini bisa membatu...terimakasih....:-D :-D :-D :-D

Read more
Tambah Follower TikTok

Tambah Follower TikTok

Follow akun TikTok berikut untuk menambah follower:

Featured Post

Kendaraan Listrik (EV) Vs Hibrida

Kendaraan Listrik (EV) dan Hibrida: Panduan Lengkap, Keunggulan & Tips Membeli ...

Banner Produk

Banner Produk
Produk
close